News Detail

GOBEL MINTA BELARUSIA PRODUKSI TRAKTOR DI INDONESIA

GOBEL MINTA BELARUSIA PRODUKSI TRAKTOR DI INDONESIA

MINSK - Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmad Gobel mengunjungi pabrik traktor di Minsk, Belarusia.

“Kualitasnya bagus dan harganya sangat kompetitif. Ini bagus untuk pertanian kita di Tanah Air,” ungkap Gobel dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/10).

Gobel memimpin delegasi DPR RI dalam kunjungan ke Belarusia. Anggota delegasi yang lainnya adalah Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto, Anggota Komisi X DPR Ratih Megasari Singkarru, dan anggota Komisi XI DPR Heri Gunawan.  Dubes Indonesia untuk Rusia dan Belarusia, Jose Tavarez, ikut mendampingi kunjungan ini. Selain itu, ikut pula pejabat eselon satu dari Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan.

Pada kunjungan hari kedua tersebut, selain ke pabrik traktor untuk pertanian, konstruksi, dan kehutanan, Gobel juga mengunjungi pabrik dump truck untuk pertambangan dan bertemu Menteri Pertanian dan Pangan Belarusia, Ivan Krupko.

Belarus Tractor telah berusia 75 tahun. Pabrik traktor ini memproduksi 27 jenis traktor. Mulai dari yang berkekuatan 9 PK (tenaga kuda) hingga yang berkekuatan 359 PK. Pabrik ini mampu memproduksi satu traktor dalam setiap lima menit. Dalam satu tahun bisa memproduksi 4 ribu traktor.

Produk itu diekspor ke 110 negara di dunia. Pendapatan sekitar U$5 miliar per tahun. Sekitar 60% produksinya untuk diekspor. Belarusia berminat mencari mitra bisnis di Indonesia agar dapat dipasarkan ke Indonesia. Saat ini sedang mengurus sertifikasinya agar bisa masuk pasar Indonesia dan juga bisa masuk ke dalam e-katalog. Belarusia mengaku sedang mengikuti proses pengadaan traktor di Indonesia.

Gobel mengatakan, traktor produksi Belarusia memiliki kualitas yang bagus namun harganya sangat kompetitif. Sehingga bisa masuk ke pasar Indonesia. Namun Gobel berpendapat sebaiknya perusahaan traktor Belarusia memproduksi traktornya di Indonesia.

“Dengan demikian harganya bisa lebih murah lagi karena mengikuti ketentuan tentang besaran kandungan lokal. Ini juga akan menumbuhkan industri komponen di dalam negeri serta menyerap tenaga kerja di Indonesia. Jadi ini bisa menjadi kerja sama yang saling menguntungkan. Apalagi mereka berminat mencari mitra di Indonesia,” katanya.

Kepada mereka, Gobel menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara agraris dan memiliki penduduk 270 juta.  “Jadi potensi pasarnya sangat besar,” tegasnya.

Traktor produksi Belarusia mulai dari yang hand tractor hingga traktor empat roda berukuran raksasa. Menurut Gobel, Indonesia harus terus melakukan modernisasi di bidang pertanian agar lebih efisien, produktif, dan menyejahterakan petani. Pengadaan traktor yang berkualitas dan memiliki harga yang kompetitif merupakan bagian dari upaya tersebut. Saat ini di Indonesia sudah ada sejumlah traktor buatan Jepang, China, dan Korea Selatan.

Gobel mengatakan, dengan membangun pabrik traktor di Indonesia maka petani menjadi lebih yakin dan mendapat kepastian.

“Yaitu jaminan terhadap ketersediaan komponen suku cadang maupun perawatan. Kan penggunanya petani,” katanya.

Belarusia juga merupakan produsen dump truck terbesar di dunia untuk keperluan pertambangan. Pabrik truk raksasa yang memiliki luas 120 hektare itu bernama Belaruski Autamabilny Zavod (BelAZ) atau Belarusian Automobile Plant. Pabrik ini berdiri pada 1946 dan 100% milik negara.

BelAZ memproduksi dump truck berkapasitas mulai dari 25 ton hingga 450 ton. Inilah dump truck dengan kapasitas terbesar di dunia. Produk mereka diekspor ke seluruh dunia, termasuk ke pertambangan batubara di Kalimantan. Dalam kunjungan itu, Gobel diberi kesempatan untuk menyetir dump truck yang memiliki kapasitas 450 ton. Dump truck seukuran rumah itu bisa dengan mulus dikendarai Gobel.  

Pertanian Belarusia juga dikenal maju. Mereka menghasilkan produk pertaniannya 2,5 kali lipat dari kebutuhan nasional. Mereka juga memproduksi daging 1,3 kali lipat dari kebutuhan nasional.

Dalam ranking pertanian global, Belarusia menduduki peringkat ke-23 dari 120 negara di dunia. Negeri itu menghasilkan US$8,5 miliar dari ekspor pangan. Hanya 20% produk pangan untuk konsumsi dalam negeri, sisanya untuk diekspor.

Belarusia juga menjadi eksporter ketiga terbesar untuk produk mentega dan susu bubuk serta eksportir terbesar keempat di dunia untuk produk keju. Mereka mengekspor susu bubuk ke Indonesia. Dalam delapan bulan di tahun 2021 ini, ekspor mereka naik lima kali lipat dibandingkan dengan periode tahun 2020. Nilainya mencapai US$3 juta.

Gobel meminta neraca perdagangan kedua negara yang defisit untuk Indonesia agar diseimbangkan. “Misalnya dengan mengimpor karet dari Indonesia untuk bahan baku ban traktor dan dump truck,” kata Gobel.

Selama ini mereka mengimpor karet dari Vietnam dan dari negara-negara Afrika Barat. Padahal kualitas karet di Indonesia lebih bagus dari produk negara-negara tersebut. Selain itu, Belarusia juga bisa mengimpor produk-produk pangan lainnya yang tak dimiliki Belarusia seperti ikan laut, rempah-rempah, kopi, dan lain-lain.

Pada kesempatan itu Gobel mengenalkan minuman herbal untuk keperluan menghangatkan badan dan meningkatkan imunitas.

"Jadi intinya agar kerja sama kedua negara menjadi saling menguntungkan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Belarusia meminta agar Indonesia membuka kedutaannya di Belarusia dan tidak menjadi bagian dari kedutaan Indonesia di Rusia.(RO/Nasihin)