News Detail

MENJAGA KETAHANAN PANGAN, JANGAN MAIN-MAIN DENGAN PERTANIAN

MENJAGA KETAHANAN PANGAN, JANGAN MAIN-MAIN DENGAN PERTANIAN

JAKARTA - Modernisasi dan mekanisasi pertanian menghasilkan produktivitas dan kualitas yang baik, maka industrialisasi berbasis beras berarti bisa membangun ekosistem pertanian padi dan perberasan di masing-masing daerah di Indonesia,”ucap Wakil Ketua DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel pada Forum Group Discussion (FGD) "Kondisi Kebijakan Perberasan Saat ini dan Pentingnya Integerasi Kebijakan Lintas Kementerian" yang dihadiri oleh Kepala Bulog Budi Waseso di Kantor Bulog, Jakarta.22/6

Gobel menjelaskan,Pertanian telah menjadi sejarah dan akan terus menjadi bagian dari kehidupan keluarganya. Apalagi hal itu telah menjadi amanah para tetua di Gorontalo kepada keluarganya. Karena itu dunia pertanian menjadi semacam janji suci yang harus terus mereka tunaikan.

“Pertanian adalah darah daging bagi keluarga kami. Monumen janji suci itu telah dibuatkan menjadi relief di kantor perusahaan Gobel sejak 1960. Relief itu dimulai dengan kisah zaman batu, lalu beralih ke masa bercocok tanam tradisional, dan kemudian era pertanian modern dengan traktor,”terang Gobel.

Setelah sukses membuat radio transistor pertama di Indonesia pada 1954 dengan merek Tjawang dan televisi pertama pada 1962. Pada tahun 1963 Mohammad Tayeb Gobel (Ayah dari Rachmat Gobel) ini mendirikan perusahaan Paditraktor, singkatan dari Pabrik Diesel Traktor. Pabrik ini memproduksi peralatan pertanian modern berupa traktor untuk membajak sawah dan mesin penggilingan beras.

Jejak sejarah yang ditorehkan Mohammad Tayeb Gobel, Kemudian Rachmat Gobel mendirikan pabrik pengolahan padi yang sangat modern dan terintegrasi di Jawa Timur, namun karena kemudian Gobel menjadi Menteri Perdagangan RI pada periode pertama Jokowi-JK dan untuk menghindari fitnah, pabrik itu dilepas.

Pertanian adalah fondasi ekonomi nasional Indonesia. Ini bukan saja karena Indonesia adalah negara agraris dan jumlah tenaga kerja yang terserap di dalamnya sangat besar, tapi juga karena kebutuhan pangan pokok adalah unsur ketahanan nasional yang sangat vital.

“Ketersediaan bahan pangan pokok menentukan hidup-mati suatu pemerintahan, bahkan kedaulatan dan harga diri suatu bangsa,”tegas Gobel.

Uni Soviet runtuh karena gagal menyediakan gandum dan roti bagi penduduknya. Tiongkok kuat karena berhasil membangun pertaniannya. Dan di balik kisah cinta Julius Caesar dan Cleopatra adalah kebutuhan legiun militer Caesar terhadap pasokan pangan dari Mesir yang sangat subur.

Dalam sambutannya Rachmat Gobel mengapresiasi kegiatan FGD yang dilakukan oleh Bulog, dalam rangka hilirisasi perberasan nasional dengan mengembangkan integrasi kebijakan lintas kementerian dan lembaga.

“Saya sangat mengapresiasi kepada pihak Bulog yang sangat peduli tentang hal mendasar ini. Saya harap, melalui forum ini bisa merumuskan kebijakan yang dapat mengangkat derajat petani Indonesia,’ujar Rachmat Gobel.

“Saya ingin menekankan bahwa, kita tidak boleh main-main dengan pertanian, khususnya pertanian padi. Karena ini bisa berdampak pada ketahanan pangan bangsa ini,sesuai dengan pesan yang pernah disampaikan oleh Presiden Jokowi,”tutup Rachmat Gobel.