News Detail

MILENIAL BISA JADI PENGGERAK EKONOMI HALAL

MILENIAL BISA JADI PENGGERAK EKONOMI HALAL

GORONTALO - Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmad Gobel, mengatakan penduduk Indonesia didominasi generasi milenial karena itu saat ini mereka menjadi motor perubahan.

“Mereka bisa menjadi penggerak ekonomi halal,” kata Gobel saat membuka Festival Produk Halal Milenial di lapangan Ippot, Bonebolango, Gorontalo, Sabtu, (26/3).  

Pameran, seminar, dan bimbingan ekonomi halal itu berlangsung hingga Senin (28/3). Festival diikuti UMKM pangan, handicraft hingga fesyen. Selain itu juga diikuti perbankan, BPOM, dan lembaga sertifikasi halal. Acara juga diikuti dengan program vaksinasi Covid-19. Acara ini digagas Rachmad Gobel bekerja sama dengan Bank Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Gobel mengatakan, pandemi Covid-19 yang sudah memasuki tahun ketiga telah memukul masyarakat di lapis bawah.

“Usahanya menurun atau tutup, juga banyak yang kehilangan pekerjaan. Melalui festival ini diharapkan bisa membangun kembali semangat optimisme masyarakat sekaligus menghidupkan kembali iklim usaha,” katanya.

Ia menjelaskan tema halal sangat cocok dengan kondisi masyarakat Gorontalo yang dikenal sebagai kota berjuluk Serambi Madinah.

Sedangkan pengambilan segmen milenial, kata Gobel, karena saat ini Indonesia sedang mengalami surplus demografi, yaitu struktur masyarakat yang didominasi usia produktif. Saat ini usia rata-rata penduduk Indonesia sekitar 28-29 tahun.

Legislator NasDem dari Gorontalo itu menambahkan, sesuai Sensus Penduduk 2020, mayoritas penduduk Indonesia didominasi Generasi Z (27,94% atau 74,93 juta jiwa), Generasi Milenial (25,87% atau 69,38 juta jiwa), dan Generasi X (21,88% atau 58,65 juta jiwa).

“Jumlah usia produktif penduduk Indonesia mencapai 70,72 persen,” katanya.

Gobel menambahkan, potensi pasar produk halal di dunia mencapai sekitar US$7triliun. “Hal itu mencakup pangan, farmasi dan kosmetika, pariwisata dan gaya hidup,” katanya.

Di sektor pangan saja, katanya, pada tahun 2023, potensinya sekitar US$2,6 triliun. Menurutnya, itu merupakan pasar yang sangat besar. Pada tahun 2019 lalu, konsumsi produk halal Indonesia mencapai US$144 miliar.

“Ini konsumsi terbesar di dunia. Ini karena Indonesia adalah negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia,” katanya.

Oleh karena itu, Gobel mengingatkan agar pasar halal yang besar di Indonesia harus dikuasai masyarakat Indonesia sendiri. “Jangan kita menjadi konsumen saja,” kata Legislator NasDem itu lagi.

Melalui festival tersebut, ia berharap akan lahir produsen-produsen produk halal dari Gorontalo.

“Ini sesuai visi Presiden Joko Widodo bahwa membangun Indonesia harus dari pinggiran. Itu artinya dari desa, dari daerah-daerah seperti Gorontalo ini. Jadi, bagaimana kita bisa membina dan melahirkan produk desa menjadi produk lokal, produk lokal menjadi produk nasional, lalu produk nasional menjadi produk global,” katanya.

Melalui visi tersebut, tegas Gobel, maka produk halal Indonesia bisa masuk dan merebut pasar global.

Untuk itu, Gobel berharap agar terjadi sinergi antara lembaga-lembaga di Pemerintah Pusat dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

“Sekarang ada prakarsa dari Bank Indonesia, maka selanjutnya bagaimana pemerintah di daerah ikut berkontribusi dan bersinergi,” pungkasnya.(Nasihin/*)