News Detail

GOBEL AJAK JEPANG INVESTASI DI IKN

GOBEL AJAK JEPANG INVESTASI DI IKN

DENPASAR - Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Rachmad Gobel mengajak Jepang untuk berinvestasi dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, di Kalimantan Timur.

“IKN sangat penting dalam pemerataan ekonomi di Indonesia dan juga menjadi visi baru tentang masa depan Indonesia,” kata Gobel seusai bertemu delegasi parlemen Jepang yang menghadiri Inter-Parliamentary Union ke 144 di Bali, Senin (21/3).

Menurut Legislator NasDem itu, ada tiga hal tentang pentingnya investasi Jepang dalam pembangunan IKN. Pertama, Jepang memiliki pengalaman dan teknologi dalam membangun smart city. Kedua, Jepang memiliki visi yang sama dengan Indonesia dalam masalah climate change. Dua hal tersebut memiliki pengaruh besar dalam pembangunan lingkungan hidup yang sehat, hijau, berkelanjutan, bersih, dan berwawasan teknologi.

“Hal itu misalnya sangat terlihat dalam pembangunan MRT di Jakarta yang tidak mengganggu lingkungan dan saat pembangunan juga tidak mengotori kota,” tandas Gobel.

Adapun hal yang ketiga, kata Gobel, pembangunan IKN akan memiliki dampak terhadap pembangunan di kawasan timur Indonesia.

“Selama ini wilayah timur Indonesia adalah yang paling tertinggal dalam pembangunan di Indonesia. Dengan pembangunan IKN ini maka kawasan ini yang akan terkena dampak secara langsung dalam kemajuan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia,” kata wakil rakyat dari Gorontalo tersebut.

Legislator NasDem itu mengatakan, Jepang adalah mitra strategis untuk Indonesia. Hubungan diplomatik Jepang-Indonesia sudah memasuki tahun ke 64. Menurut Gobel, Jepang telah memberikan kontribusi nyata dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Jepang bukan sekadar berinvestasi membuat barang tapi juga membangun sumber daya manusianya. Bukan hanya monozukuri tapi juga hitozukuri. Jadi bukan sekadar pajak, investasi, dan tenaga kerja, tapi juga membangun manusia yang mandiri,” katanya.

Ia menambahkan, Jepang memiliki keunggulan dalam hal teknologi, dana, efisiensi, teknologi yang ramah lingkungan, dan pola kerja yang bersih. Sedangkan Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar, sumber daya alam berlimpah, dan keramahan penduduknya.

“Banyak nilai yang bisa saling menopang hubungan kedua negara,” tukas Gobel.

Selain bertemu dengan delegasi parlemen Jepang, pada hari yang sama Gobel juga bertemu dengan delegasi parlemen Turki, Iran, dan Belarusia. Dalam setiap pertemuan itu Gobel menyampaikan poin-poin tentang pentingnya hubungan people to people, pendekatan kebudayaan, dan hubungan ekonomi atas dasar kemitraan yang sejajar.

“Kita harus mengutamakan heart to heart, bukan pocket to pocket. Mutual respect secara otomatis akan menghasilkan mutual benefit,” katanya.(Nasihin/*)