News Detail

Pemanfaatan Batu Bara bisa Dikembangkan

Pemanfaatan Batu Bara bisa Dikembangkan

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Rachmad Gobel mendorong agar pemanfaatan batu bara Indonesia tidak hanya untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Energi fosil tersebut bisa dikembangkan ke dalam bentuk lain.

 

"Jadi kebijakan ini (batu bara) jangan hanya untuk itu (PLTU). Mestinya kebijakan untuk nilai tambah yang besar dan kepentingan nasional kita," kata Gobel di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/1).

 

Legislator NasDem tersebut menambahkan, saat ini sudah ada teknologi untuk pengembangan batu bara. Seperti dijadikan materi kimia dasar untuk kebutuhan industri.

 

"Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi Indonesia," tambah Gobel.

 

Gobel mengatakan, saat ini Indonesia telah mengambil kebijakan menutup pintu ekspor batu bara selama Januari 2022. Kebijakan tersebut, menurutnya, harus didukung dengan industri pengembangan batu bara.

 

Namun Gobel juga menggarisbawahi bahwa pengembangan industri batu bara tak bisa hanya dilakukan pemerintah. Pihak swasta juga harus terlibat melakukan pengembangan tersebut.

 

"Pengusaha batu bara sudah saatnya berinvestasi dan membangun industri Indonesia secara keseluruhan. Bukan sekadar mendapat konsesi dan menggali lalu menjual," tandasnya.

 

Legislator NasDem dari Dapil Gorontalo itu meyakini, pengembangan tersebut bakal meningkatkan nilai jual batu bara Indonesia. Sehingga ekspor yang dilakukan tidak lagi dalam bentuk bahan baku, tapi sudah dalam bentuk barang jadi.

 

Selama ini, pemanfaatan batu bara di Indonesia berfokus hanya untuk bahan bakar PLTU. Saat ini teknologi untuk pengembangan bahan bakar fosil tersebut sudah ada, dan dapat dikembangkan ke dalam bentuk lain. Di antaranya berbagai bentuk untuk mendukung sektor industri, seperti mengolah menjadi cairan fenol dan naftalen.

 

Fenol dapat dimanfaatkan untuk obat kumur. Sedangkan Naftalen digunakan untuk memproduksi plastik, resin, dan insektisida. Batu bara juga memiliki unsur activated carbon, kandungan ini bisa digunakan di berbagai alat penyaring udara, penyaring air, dan mesin cuci darah.

 

Selain itu, batu bara bisa diolah menjadi salah satu unsur produksi zat pewarna. Bahkan, zat pewarna yang menggunakan pengolahan batu bara terbukti memiliki tingkat keamanan dan juga kualitas yang lebih baik daripada bahan-bahan lain. (medcom/*)